x

Ugh (Sebuah Keluhan Maba)
Diposkan oleh rizkidwika

Tragisnya blog gue ini. Setelah penulisnya mendadak hilang dari peredaran bak produk makanan yang ditarik Depkes karena mengandung unsur haram, rating blog ini jadi anjlok. Anjlok banget.

Biar begitu, gue masih sedikit berbangga karena sampai detik ini gue masih merajai pejwan di situs-situs pencarian dengan kata kunci “Rizki Dwika Aprilian”, “Rizki Dwika”, atau “Cowok Imut Multitalenta”. Bukannya norak atau latah ingin populer, menjadi nomor satu di situs pencarian adalah salah satu impian gue. Fakta lapangan membuktikan bahwa di Indonesia ini ada ratusan nama yang namanya hampir mirip bahkan sama persis dengan gue. Ada yang namanya Rizki Dwi Aprilian, Aprilianto, Apriliani, Apriliano, Aprilia, yaa, cuma dimodifikasi aja. Jadi, setiap ada situs-situs untuk orang-orang yang kebelet gaul baru, gue buru-buru sign up dengan nama RizkiDwika supaya nggak keduluan sama mereka.
Derita nama pasaran.


Keping Satu: Maba


Belakangan ini, santer beredar kabar kalo gue dibai’at NII KW 9, lantas menghilang dari dunia nulis-nulisan. Ada juga broadcast yang menyatakan kalo gue lagi melarikan diri ke Argentina karena sedang tersangkut kasus makar besar. Dunia gempar mencari keberadaan gue. Lima fanbase gue yang terdiri dari ribuan remaja perempuan galau se-Jabodetabek turun ke jalan, menuntut pemerintah mengembalikan Dwika yang telah hilang beberapa hari, melakukan orasi, menimbulkan kemacetan di jalan raya, sambil sesekali membenarkan posisi cabe yang nyangkut di behelnya.

Klarifikasi. Saat ini, gue sedang sibuk menjadi, uhm, seorang Mahasiswa Baru.
Setelah menempuh perjuangan panjang diiringi tangisan air mata (karena gue sakit hati udah diremehin sama bokap gue sendiri soal gue yang nggak mungkin bisa nembus di sebuah PTN di Depok), sesuai dengan postingan yang lalu, gue berhasil diterima di Universitas Indonesia, dan memutuskan mata rantai keluarga besar gue yang rata-rata kalo negeri diterimanya di Undip semua. Subhanallah.

Ekspektasi gue pertama persis kaya gadis desa berambut indah dari kampung di Sukabumi yang menemukan tulisan Selamat Anda Memenangkan Dinner Bareng Delon di Bali Selama Lima Hari Lima Malam! di balik kemasan rejoice sachet, bungah. Tapi, makin kesini, entah kenapa gue terlihat tidak se-interest dengan UI yang dulu.

Waktu dapet jadwal kegiatan mahasiswa baru, gue terhenyak beberapa detik. Anjirrrr jadwalnya nggak nyantai coy. Ada paduan suara, Ospek tingkat universitas, fakultas, jurusan, character building, syuting, les drum, trus main bola *eh *BaimCilik. Gue hanya mengernyitkan kening. Btw, ngernyit apaan sih?

Luasnya kampus UI yang naudzubillah ditambah dengan ketidaktersediaannya motor membuat gue terpaksa kemana-mana dengan jalan kaki. Ya, Jalan kaki! Mengingat tariff ojek yang setara buat makan sekali di UI, gue lebih memilih menggunakan sepasang piranti canggih untuk berjalan ciptaan Yang Mahakuasa ini. Recommended buat anak-anak baru yang sok-sokan mau ngirit duit, ngecilin perut, sekaligus mencetak betis seindah lobak kualitas pilihan Carrefour. Buktinya, waktu gue pulang ke Bekasi, gue dibilang kurusan.
Eaaaa.


Keping Dua: Kukusan


Kukusan?
Nama hina apakah itu?
Neraka kedelapan-kah?
Atau Atlantis hilang yang pernah diramalkan Plato dan Socrates?

Kukusan adalah sebuah desa dengan peradaban seadanya yang terletak persis di belakang hutan Universitas Negeri Depok. Desa dimana penduduknya masih beragama di KTP saja, sebagian kanibal, dan mayoritas bermata-pencaharian sebagai tukang ojek dan juragan warteg pemeras uang mahasiswa. Disinilah gue terikat kontrak selama empat tahun untuk menyelesaikan pendidikan sekaligus syuting acara Primitive Runaway.

Gimana nggak primitive. Di Desa Kukusan, gue bermukim di sebuah pondok kos bernama Wisma Pelit Sinyal, dan di pondok tersebut, gue menempati sebuah kamar nyaman yang lebih cocok disebut goa. Tempat laknat tersebut benar-benar laknat. Gadget tercanggih yang ada di goa gue hanya kipas angin, ponsel, dan chargernya. Boro-boro TV dan komputer, rice cooker pun nggak ada.

Tidak sampai disitu saja, sesuai nama pondoknya, wisma tersebut benar-benar pelit sinyal. Internetan di pintu, sinyalnya empat. Posisi badan miring sepuluh derajat ke kiri dari arah timur, sinyalnya maksimal lima. Naik kasur, sinyalnya nol. Menghadap kiblat, sinyalnya minimal dua bar. Kalau gue berhasil mencuri kaus kaki makan malamnya Flying Dutchman dan diberi tiga permintaan, hal yang pertama gue minta adalah sebuah menara BTS di goa gue.

Kondisi membosankan seperti itulah yang gue rasakan seminggu ini, ditambah lagi gue sedang melaksanakan ibadah puasa yang identik dengan sahur di pagi buta. Gue yang kebo kaya begini mana sanggup bangun. Alih-alih dibangunin pacar, bisa dibangunin alarm pun keajaiban. Eh tunggu, emang gue punya pacar? ………………..

Alhasil, setiap hari di bulan Ramadhan gue hanya --- “Jam enam yah, yahhh nggak sahur lagi deh yahhh, uhm, Alhamdulillah ajah yahhh” Kata gue sambil ngulet-ngulet horni bergaya perawan seret jodoh berusia 29 tahun bernama Syahrini yang baru bangun tidur.


“Jomblo itu rasanya kayak ditusuk-tusuk jarum, cekit-cekit, cekit-cekit.” – Ibu tanpa nama, iklan Mylanta



Keping Tiga: Dunia Maya


Siapa bilang dunia maya diciptakan cuma buat download-download video dan konten yang terlarang, eh dilarang Tifatul Sembiring demi melampiaskan hasratnya masing-masing?
Dua bulan terakhir ini, gue diculik ke dalam sebuah komunitas facebook bernama Kaskuser Laskar 11, wadah sosial sekaligus media galau bagi dua ratus orang peserta SNMPTN 2011 se-Indonesia.

Setiap hari sejak menunggu pengumuman SNMPTN, calon-calon mahasiswa dari PTN-PTN Favorit dan para BSHnya bergumul ria. Ada yang eksis, ada yang sensi, ada yang tukeran nomor hape, Ada yang cinlok, bahkan ada berlanjut di ranjang *dibata Jeroanayam
Ratusan karakter manusia yang berbeda-beda pun semakin intim. Silaturahmi pun terjalin. Biar ada yang belum melihat batang hidung masing-masing, namun kita merasa kita itu satu Ibu lain supir, lalu dipisahkan karena ditukar oleh pembantu yang sirik di rumah sakit waktu proses persalinan.

Singkat cerita, di forum itu gue bertemu jenis-jenis individu barang langka. misalnya Ayu Diah Nandini yang rambutnya minta ditebang, ada Fitri gadis lampung yang jurusannya lebih LAKI dibanding gue, ada Irfan yang tiba-tiba menghilang dari peredaran lalu muncul lagi, ada Laras, dek dokter mahasiswi FKUI kelahiran 95 *anjir, ada manusia-manusia yang belebihan muatan seperi Sule dan Ega, dan yang paling melegenda, Dezky Oka Wahyudi.
-------- (#np Julia Perez-Belah Duren)

Dezky (sebut saja begitu) adalah salah satu anak yang mengaku gaul sebagaimana anak Jakarta kebanyakan. Kisah hidupnya dihabiskan dengan menggaul, digaulin, rokok, nongkrong, dan blackberry. Selain itu, Dezky adalah salah satu legenda di Laskar 11. Gimana nggak, satu grup gempar begitu mendengar program diet doi yang sukses menurunkan 23 kilo. Gilllla, 23 kilo. Gilla! Dan ternyata, program dietnya itu ditujukan untuk cintanya.

Sayangnya, kisah cintanya nggak selancar diet ketatnya. Berkat program dietnya ini, dia memang berhasil mengubah statusnya dari jomblo menjadi single ke playboy-playboyan, naasnya, dia masih mengejar satu cintanya, cintanya yang tertinggal di Medan, eh Bekasi Utara.

Entah modus hendak menculik gue atau apa, karena kesamaan posisi geografis, doi sering cerita ke gue tentang cintanya. Doi sering galau berasa lagi di kanal H2H kaskus, dan sebaliknya, gue mendadak suka jadi sok wise akhir-akhir ini. Gue juga nggak tahu kesambet setan dari mana bisa kaya gitu.
Tapi, bayangin saudara. Kalo dipikir, makhluk imajiner ini naas juga. Satu tahun lebih dua bulan Dezky mendekati gebetannya, dari zamannya masih genjyuut hingga saat ini, namun apa daya, tanpa nyali. Mereka sama-sama jomblo dan menggantung hingga kini. Seperti kutipan seorang chef ternama ini…

“Rencana matang, Ide bagus, Eksekusi, gagal. Gagal total” – Master Juna

Teman-teman, saya minta doanya yah untuk teman saya yang satu ini agar dimudahkan cerita cintanya sekaligus tahun depan bisa menghuni kampus Ganesha di Bandung bersama BSH lainnya. Sebenernya postingan ini sedikit rancu dan endingnya sedikit mengintimidasi.
Tapi biarin, yang penting mintz.
Ugh :v


Photo

08/08/2011

di 13:04


Label:

Speechless
Diposkan oleh rizkidwika




ARSITEKTUR INTERIOR
UNIVERSITAS INDONESIA 2011
ALHAMDULILLAHIRABBIL'ALAMIIN :')

Photo

30/06/2011

di 00:09


Label:

311136/311233
Diposkan oleh rizkidwika


Assalamualaikum, pengunjung (itu juga kalo ada yang ngunjungin)


Gue gila. Gue galau. Gue gilau.
Di kala gue masih nyesek karena belum diterima oleh Universitas Indonesia kemarin, gue masih aja ditekan sama bokap gue untuk milih UNDIP.
Padahal, cita-cita terbesar gue: diterima di UNIVERSITAS INDONESIA.
Ibarat main abc lima dasar nama-nama buah dari D, gue DELIMA, eh DILEMA.


YAA MUJIIIB.
Nampaknya, kata sepakat susah untuk dicapai.
Apakah agama mengizinkan untuk sekali-kali kualat sama orang tua?
Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk saya.


Satu lagu unyu buat Universitas Indonesia ku..
Berikan kesempatan, untuk membuktikaaan
Ku mampu jadi yang terbaikk...
dan Masih jadi yang terbaikk...

Kuakan menantiiiiii,
meski harus penantian panjaaaaang

Kuakan tetap setia menunggumuuuuu~
Kutahu kau hanya,
HANYA UNTUKKU!



#pasanggincu #hotpants #amirayangditukar #nikitageli
*sekian *maklum *mintadoanya..
Bismillahirahmaanirrahiim..

Photo

21/05/2011

di 12:41


Label:

Soal SNMPTN Bocor?!
Diposkan oleh rizkidwika


Just Kidding all :P

Photo

03/02/2011

di 13:40


Label:

The Great Agnezious
Diposkan oleh rizkidwika

Happy February, readers!
Kali ini gue bakal nulis tentang seseorang, publik figur Indonesia yang sekarang bener-bener udah lepas landas dan bertransformasi menjadi musisi Internasional. Dia Agnes Monica, penyanyi Indonesia yang menjadi host sekaligus pengisi acara Red Carpet America’s Music Award 2010.

Dalam mencapai kesuksesannya, Agnes Monica yang mengawali debutnya sebagai penyanyi sejak berusia 6 tahun ini bukannya tanpa halangan. Berdasarkan acara gossip yang tadi pagi gue tonton, superstar multitalenta ini menceritakan karirnya yang mengalami jatuh bangun berkali-kali kepada pers di sela-sela peluncuran album internasionalnya.

Seperti yang kita tahu, sejak dia masih ngebawain acara Tralala-Trilili bareng Indra Bekti yang kala itu masih proporsional, Agnes sudah mempunyai impian yang besar: bisa go-international.
Tapi emang dasar orang Indonesia, kalo nggak ada kerjaan sukanya sirik. Awalnya banyak banget yang mencibir mimpinya dia, bilang mimpinya dia ketinggian lah, apa lah. Tapi Agnes membuktikan.

Kala itu Agnes Monica menunjukkan kehebatannya. Albumnya sukses di kawasan Asia Tenggara bahkan di Asia. Lebih hebatnya lagi, dia bermain drama Taiwan “The Hospital” bersama Jerry Yan yang lagi ngetop-ngetopnya terkenal di Indonesia lewat Meteor Ganjen. Dia pun makin sesumbar kalau dia bisa melewati itu.

Ternyata sesumbarnya itu malah membalikkan keadaan. Setelah go-Asia itu, Agnes Monica bisa dibilang tidak terdengar lagi di permusikan se-Asia. Dia cuma sesekali muncul di acara-acara TV dalam negeri.

Beberapa tahun setelah itu, kini nama Agnes terangkat lagi dalam pangsa yang lebih luas: Amerika dan dunia. Penampilannya bersama Christian Chavez sewaktu menyanyikan lagu En Donde Estas di AMA 2010 itu telah membuat publik sedunia kagum, begitu juga Indonesia.


Setelah acara itu, Agnes pulang kembali ke Indonesia dan langsung disambut meriah oleh para fansnya. Dia pulang ke negaranya dengan penuh kebanggaan, tersenyum puas, dan dia berhasil membuktikan kepada orang yang tadinya melihat impiannya sebelah mata bahwa dia bisa.

Tadi pagi di acara gossip, Agnes membeberkan rahasianya. Dia mengaku menyesal bahwa dia telah sesumbar lebih awal mengenai impiannya. Tapi setelah mengalami pasang surut, dia telah sadar. Awal 2010 yang lalu dia berubah, dia tidak lagi membicarakan impiannya untuk bisa go-International. Dia lebih memilih diam.

Tapi sekarang,
Inilah Agnes pembawa acara Tralala-Trilili,
Agnes yang main Pernikahan Dini bareng Syahrul Gunawan,
Agnes yang kalo manggung bawa dancer satu RT,
Agnes yang enerjik dan inspirasional,
Dan inilah Agnes Monica yang hebat.


Secara nggak sadar, gue dan juga kalian semua adalah saksi mata bagaimana kekuatan impian itu begitu besar. Mimpi itu magis, kekuatannya yang sangat hebat bisa menyugestikan seseorang untuk berubah total. Buktinya dia, Agnes Monica.
Bermimpilah teman. Wujudkan mimpi lo semua!

Photo

di 13:25


Label:

Makara Biru 2011
Diposkan oleh rizkidwika


RIZKI DWIKA APRILIAN
Insya Allah diterima di jurusan Arsitektur dan atau Arsitektur Interior
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Tahun 2011!

Photo

29/01/2011

di 17:20


Label:

Apa Kabar Dunia?
Diposkan oleh rizkidwika

Haloo semua!
Perkenankan saya menyapa kembali dunia perbloggeran yang laknat ini!

Akhirnya postingan-postingan gue mengenai EKSPEDISI BIRU dalam rangka ngikutin lomba Kompetisi Web Kompas Muda dan Aqua It's About Us; Air untuk Masa Depan selesai juga~~~ fyuh.. *potong tumpeng*

Dengan selesainya postingan-postingan itu, artinya gue bakal kembali lagi nulis-nulis hal absurd tentang hidup gue. Dan kali ini gue bakal membahas....
CINTA FITRI SEASON 7.

Ajegile ini sinetron.
Setelah udah nggak tayang di SCTV, sekarang Cinta Fitri pindah ke Indosiar. Tadinya gue sempet panik, takutnya nanti ada naga-nagaan dan Farelnya bakal jalan-jalan ke kantornya naik burung garuda.
Ternyata nggak kejadian.

Mungkin kalian pikir ini apaan sih blog absurd banget ngebahas cinta pitri-cinta pitri, tapi beuuh jangan salah. Cinta Fitri adalah sinetron paling keren di Indonesia, dengan episode terpanjang ngalahin tersanjung dan bahkan saking panjangnya, salah seorang pemainnya jadi mati penasaran karena nggak tahu akhir ceritanya.

Ngomongin cinta fitri, gue ada karya seni nih, hasil editan.
Enjoy it guys.





Tambahan:
Barusan gue ke Alfamart dan gue nemu ada poster cinta fitri tertempel disana.
Ternyata Alfamart jadi sponsornya Cinta Fitri season 7.
Absurd abis. -,-

Photo

di 16:13


Label:

Rute Lima: Season Final
Diposkan oleh rizkidwika

17 Januari 2011
Rute Lima, Hari Terakhir

Sore yang lumayan cerah. Dari belakang pabrik Aqua, gue meneruskan perjalanan menuju rute akhir, Kanal Banjir Timur. Gue memacu motor dengan kecepatan sedang sambil menikmati ‘wangi angin’ sepanjang bantaran kali.

Gue melewati kolong jembatan perumahan Kota Harapan Indah, Bekasi. Ternyata, tepat di bawah gerbang masuk perumahan yang katanya elite dan tertata rapi ini terdapat kali yang alirannya terhambat oleh tumpukan sampah. Bisa dilihat sendiri, sampah dan rumput-rumput yang tumbuh memberi aksen tumbuh daratan baru di tengah aliran kali.

Gue meneruskan perjalanan, melewati jalan tikus yang berlubang dan pemukiman warga. Gue berada di dekat perbatasan DKI Jakarta dan Kota Bekasi (Provinsi Jawa Barat), sekitar dua puluh meter arah barat dari klong jembatan Perumahan Kota Harapan Indah.

Sekarang gue udah berada di wilayah DKI Jakarta, dan kondisi aliran kali masih buruk, malah lebih buruk dari wilayah Bekasi. Kalau di Bekasi alirannya masih coklat-coklat gimana gitu, di Jakarta warnanya udah berubah jadi pure item legam. Sampah juga masih terlihat mengambang di kali-kali. Parah deh.


Tak lama kemudian, sampailah gue di Kanal Banjir Timur. Akhirnya! Rasanya seperti seorang survival yang menyusuri kali dari hulu sampai akhirnya bertemu pantai. Lega banget dah.


***

Semoga dengan berakhirnya petualangan individual bernama Ekspedisi Biru dalam rangka Kompetisi Web Kompas Muda dan Aqua: Air untuk Masa Depan ini, gue dan pembaca blog (itu pun kalo ada yang baca) bisa mengambil poin-poin penting, yaitu:

PERTAMA, air adalah substansi paling vital dan nggak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mau mandi, minum, makan, nyuci baju, nyuci piring, nyuci motor, nyiram tanaman, semuanya butuh air, jack! Tubuh kita pun sebagian besarnya terdiri dari air.

KEDUA
, mari rame-rame kita jaga lingkungan dan kelestarian air! Kalau sumber air bersih udah pada terkontaminasi dan suatu hari nanti air bersih bener-bener habis, nggak menutup kemungkinan kalo nanti cerita tentang adanya air bersih bakal jadi mitos yang melegenda, loh! (halah)


KETIGA, mari sama-sama kita bekerja sama, introspeksi diri, menjaga lingkungan dan kebersihan, khususnya yang berkaitan dengan hidrologi demi masa depan yang lebih baik. It’s About Us, guys! Air untuk Masa Depan!

Photo

22/01/2011

di 16:09


Label:

Rute Empat: Masih Memprihatinkan
Diposkan oleh rizkidwika

12 Januari 2011
Rute Empat, Hari Keempat

Liburan udah selesai nih guys, namun gue harus tetap jalan-jalan lagi. Kali ini gue bakal menyusuri rute empat demi Ekspedisi BIRU it’s about us: air untuk masa depan dalam rangka mengikuti kompetisi web Kompas MuDA dan Aqua 2011. Here we go!


Gue mengawali perjalanan gue dari ujung rute ketiga kemarin, tepatnya dari depan pabrik PT Alexindo. Gue memacu kendaraan gue menyusuri jalan tikus yang bersebelahan dengan saluran kali. Sebelum menjelaskan lebih jauh, gue bakal memberi tahu pola pemukiman yang ada di rute empat.


Di seberang kali terdapat pabrik-pabrik besar, dan di seberang lainnya terdapat perkampungan warga yang pada umumnya memiliki usaha pengumpul kayu dan plastik bekas. Seperti pada gambar, warga sekitar memanfaatkan bantaran kali untuk beberapa hal, misalnya tempat menaruh barang sortiran usaha mereka dan tempat mendirikan bale-bale. Kondisi yang berantakan seperti itu, ditambah dengan kondisi kali yang sampah dan eceng gondoknya sudah membentuk daratan baru, ditambah lagi kondisi jalan tikus yang bolong-bolong membuat tempat ini ‘agak dramatis’.


Situasi yang seperti ini berlangsung sejauh satu kilometer lebih. Mata gue benar-benar dimanjakan sama sampah-sampah dan gubuk-gubuk semipermanen yang kesannya mau rubuh. Tak lama kemudian, sampailah gue di Pondok Ungu, tempat pabrik PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI yang pertama didirikan. Akhirnya selesai juga rute empat ini.


NANTIKAN RUTE FINALNYA BEBERAPA HARI LAGI! YIIHAA!
IT’S ABOUT US: AIR UNTUK MASA DEPAN!

Photo

16/01/2011

di 16:40


Label:

Rute Tiga: Kali dan Ekonomi
Diposkan oleh rizkidwika

4 Desember 2010
Rute Tiga, Hari Ketiga

Sebelumnya, SELAMAT TAHUN BARU TEMAN-TEMAN!
Masih dalam suasana liburan, namun gue harus tetap jalan-jalan lagi, menyusuri kehidupan di sekitar rute tiga Ekspedisi BIRU it’s about us: air untuk masa depan dalam rangka mengikuti kompetisi web Kompas MuDA dan Aqua 2011. Here we go!


Dari sekian rute, yang gue paling suka adalah rute tiga ini. Rute tiga merupakan kawasan yang paling rame dan paling agak terawat dibanding dengan yang lain, karena rute tiga terletak di pintu gerbang dua perumahan besar, yaitu Perumahaan Titian dan Perumahan Harapan Jaya, tempat dimana SMA Negeri 4 Bekasi berada.

Rute tiga ini telah mengalami renovasi oleh Pemkot Bekasi beberapa bulan yang lalu. Bantaran kali dikeruk dan beberapa gubuk-gubuk toko dihancurkan yang bertujuan untuk menampung air dari saluran-saluran perumahan di sekitarnya. Menurut papan proyek yang ditempelkan di pinggir kali itu, proyek ini menelan dana 1 miliar rupiah dari dana APBD, wow!


Namun dana yang sekian besar itu nampaknya belum menjamin bahwa proyek renovasi bantaran kali akan berjalan maksimal. Sepuluh meter dari kawasan yang pinggirnya sudah dibeton, masih terdapat toko-toko semi permanen yang berdiri tegak di bantaran kali.

Memang, apabila kita jalan-jalan ke kawasan ini mulai dari sore hingga malam, daerah bantaran kali ini seketika akan berubah menjadi pasar malam harian. Berbagai toko yang menjual makanan seperti gorengan, nasi uduk, dan toko buah berjajar sepanjang dua puluh meter menunggu pembelinya. Toko-toko yang berdiri di pinggir kali ini tentu saja mempersempit aliran kali. Akibatnya, kali-kali tersumbat, dan apabila warung makanan tadi membuang air cuci piringnya langsung ke kali, akan timbul lagi banyaaaaak eceng gondok. Akibatnya, pendangkalan lagi.



Jadi, mengingat pentingnya fungsi aliran kali ini, mari kita tingkatkan kesadaran kita terhadap penjagaan dan pemeliharaan daerah bantaran kali, dan gue sebagai anak muda di kawasan Bekasi juga menghimbau kepada Pemkot Bekasi agar memberi perhatian lebih terhadap kali-kali irigasi seperti di kawasan ini. Terima kasih. AIR UNTUK MASA DEPAN!

Photo

04/01/2011

di 13:09


Label:

Rute Dua: Kita Bicara Lingkungan
Diposkan oleh rizkidwika

20 Desember 2010
Rute Dua, Hari Kedua

Sebelumnya maaf bagi pembaca yang ngikutin ekspedisi BIRU ini karena gue jarang update. PERTAMA: Gue abis ngurusin buku tahunan sekolah gue. KEDUA: Di era yang serba canggih ini, rumah gue belom dipasang internet. Jadi gue harus pergi berkelana mencari warnet-warnet yang keren dan mumpuni (ajib banget bahasa gue, berasa tabloid pulsa). Maka dari itu, dengan ikutan Kompetisi WEB Kompas MuDA & Aqua It’s About Us; Air untuk Masa Depan, kalo menang gue bakal beli lappie buat modal kuliah di Universitas Indonesia, aamin!
Bytheway, gue juga jadi rada gila. Di otak gue sekarang ini tercantum banyak sekali pertanyaan KENAPA.
KENAPA RANKING ALEXA BLOG GUE NGGAK NAIK-NAIK?
KENAPA TIMNAS INDONESIA KALAH SAMA MALINGSIA?
KENAPA CINTA FITRI SEASON 7 PINDAH KE INDOSIAR?
KENAPA HATIKU CENAT-CENUT TIAP ADA KAMU?
KENAPA, TUHAN, KENAPA?!

Ehm. Setelah melanglang buana di sekitar Summarecon Bekasi, sekarang gue melanjutkan rute kedua, melintasi Jalan Kalibaru Timur atau perkampungan di Rawa Bambu dan sekitarnya. Setelah sebelumnya gue menitikberatkan kepada ironi kehidupan di Kota Bekasi, kali ini gue akan lebih mengangkat tema lingkungan. Here we go!


Perjalanan gue diteruskan , kali ini gue melihat banyak sekali eceng gondok yang tumbuh menutupi permukaan kali. Dari eceng gondok itu, dapat disimpulkan bahwa kali di sana dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga, terutama DETERJEN. ya, deterjen sebagai konsumsi langganan harian ibu-ibu merupakan penyebab mengapa kali bisa ditumbuhi eceng gondok. Lihat nih deterjen yang dibuang langsung ke kali!


Penggunaan deterjen yang besar-besaran dapat merangsang tumbuhnya tanaman indikator biologis pencemaran lingkungan ini. Jika tanaman ini tumbuh subur, maka tanaman ini akan menutupi cahaya matahari masuk ke dalam kali, dan jika tanaman ini mati, hal ini akan menyebabkan pendangkalan kali. Akibatnya? Yaa, hujan sebentar langsung banjir..


Setelah dari sana, lagi-lagi gue menemukan plang himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup kepada masyarakat UNTUK TIDAK MEMBUANG SAMPAH DI SALURAN KALI, namun LIHAT APA YANG SEBENARNYA TERJADI.
Tepat di belakang plang tertapat sampah-sampah yang mbleber di bahu kali. Nggak bisa dipungkiri, sungai atau kali emmang udah jadi tempat favorit bagi masyarakat kita untuk buang sampah. Apa akibatnya? Banjir lagiii, banjir lagiiii.


Rute dua telah gue selesaikan dengan terbengong-bengong.
APA INI WAJAH KOTA PERAIH ADIPURA 2010?!
APA INI KELAKUAN WARGA BERSLOGAN KOTA PATRIOT?!
Saya sebagai warga Bekasi yang turut ikut serta dalam peraihan Adipura 2010 sedikit kecewa, seharusnya kita bisa lebih memperhatikan kebersihan kota sampai ke sudut-sudut terkecilnya, bahkan kali sekalipun.

IT'S ABOUT US, AIR UNTUK MASA DEPAN!

Photo

28/12/2010

di 10:18


Label:

Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA
Diposkan oleh rizkidwika

Ada kabar baik nih.
Desember hingga Januari, gue akan menghidupkan kembali blog nista ini lagi loh! Hitung-hitung refreshing dan nyolong-nyolong waktu belajar buat SNMPTN, gue punya proyek nulis yang lumayan buat ngisi liburan tahun baru 2011. Proyek ini gue sebut dengan EKSPEDISI BIRU.

Ekspedisi BIRU adalah kegiatan liputan langsung seorang pelajar galau yang akan menelusuri pemanfaatan dan kehidupan masyarakat pinggir kali di Inspeksi Kali Bekasi hingga Kanal Banjir Timur di Jakarta. Selain buat ngisi waktu luang, proyek ini gue lakukan sekaligus untuk nambah wawasan dan dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & Aqua yang bertemakan It’s About Us: Air untuk Masa Depan.

Intinya, selama liburan gue bakal update blog ini seminggu sekali dengan laporan perjalanan gue menelusuri Inspeksi Kali Bekasi – Kanal Banjir Timur.
Jadi, SELAMAT DATANG DI HALAMAN UTAMA EKSPEDISI BIRU.



-------------------------------------------

Photo

22/12/2010

di 20:12


Label:

Rute Satu: Dan Perjalanan Dimulai..
Diposkan oleh rizkidwika

17 Desember 2010
Rute Satu, Hari Pertama

Nggak seperti biasanya, sepulang dari sekolah, gue menyempatkan untuk main sebentar ke belakang Stasiun Bekasi untuk memulai perjalanan individual yang gue beri nama Ekspedisi BIRU; Air untuk Masa Depan.

Setelah mengendarai motor kira-kira lima belas menit, akhirnya gue sampai di belakang Stasiun Bekasi. Perjalanan kali ini akan melewati terusan Jalan Kalibaru yang jalanannya seperti di bulan, rusak berat dan bopeng-bopeng. Mana habis hujan, alhasil jalanan jadi super becek. (EHM, MASUKAN UNTUK PEMKOT BEKASI, MOHON DIPERHATIKAN, TERIMA KASIH..)


Sambil melihat ke arah kali, gue mengendarai motor dengan amat pelan. Seperti kali-kali kebanyakan di Indonesia, saluran dari Kali Bekasi ini bewarna coklat butek. Ditambah lagi adanya sampah-sampah warga yang mbleber ke kali, standar sungai di Indonesia banget ini sob!

Gue pacu lagi motor gue. Nggak lama, gue melewati lokasi proyek Summarecon Bekasi yang lagi digembar-gemborin bakal jadi perumahan paling elite di Bekasi. Ya, gue ada disana. Sebelah kanan gue ada perumahan berkonsep megah yang lagi dibangun, dan sebelah kiri gue ada kali, dan di seberang kirinya ada perkampungan warga kecil yang rumahnya berkonsep hidup segan mati tak mau. ‘Agak’ ironis, ya?


Oke, mari kita lupakan tentang ironi-ironi kehidupan itu.
Gue percepat laju motor gue, hingga gue menemukan pemandangan yang unik. Ada sebuah papan himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk tidak membuang sampah di saluran kali YANG TERLETAK BERSEBELAHAN dengan dua tempat penampungan sampah yang cukup besar dan sampahnya tercecer sampai ke aliran kali. Gue nggak tahu harus ngomong apa. Gue cuma bisa moto.



Tadinya gue mau sekalian mewawancarai warga sekitar, namun tiba-tiba hujan deras turun dengan menggilanya. Gue pulang ke rumah dengan basah kuyup.
Sebuah cobaan di ekspedisi hari pertama,
Alhamdulillah.

Photo

21/12/2010

di 11:55


Label:


Ekspedisi BIRU dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA -It's About Us; Air untuk Masa Depan- yang total jaraknya kira-kira sepanjang tujuh kilometer ini akan dibagi menjadi lima rute, yaitu

RUTE SATU
Belakang Stasiun Bekasi – Depan Summarecon Bekasi


RUTE DUA
Jl. Kalibaru Timur (Perkampungan Belakang Stasiun Kranji)


RUTE TIGA
Akses Masuk Perumahan Harapan Jaya Bekasi


RUTE EMPAT
Pondok Ungu, Belakang Pabrik PT Aqua Golden Mississippi


RUTE LIMA
Jalan Tikus Menuju Jakarta – Kanal Banjir Timur.

Photo

di 11:39


Label:

Ekspedisi BIRU
Diposkan oleh rizkidwika

Ada kabar baik nih.
Desember hingga Januari, gue akan menghidupkan kembali blog nista ini lagi loh! Hitung-hitung refreshing dan nyolong-nyolong waktu belajar buat SNMPTN, gue punya proyek nulis yang lumayan buat ngisi liburan tahun baru 2011. Proyek ini gue sebut dengan EKSPEDISI BIRU.

Ekspedisi BIRU adalah kegiatan liputan langsung seorang pelajar galau yang akan menelusuri pemanfaatan dan kehidupan masyarakat pinggir kali di Inspeksi Kali Bekasi hingga Kanal Banjir Timur di Jakarta. Selain buat ngisi waktu luang, proyek ini gue lakukan sekaligus untuk nambah wawasan dan dalam rangka mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & Aqua yang bertemakan It’s About Us: Air untuk Masa Depan.

Intinya, selama liburan gue bakal update blog ini seminggu sekali dengan laporan perjalanan gue menelusuri Inspeksi Kali Bekasi – Kanal Banjir Timur.
Jadi, SELAMAT DATANG DI HALAMAN UTAMA EKSPEDISI BIRU.



-------------------------------------------

Photo

18/12/2010

di 14:35


Label:

Cinta Fitri Season 7?
Diposkan oleh rizkidwika


Malam-malam berjalan begitu lama, sunyi, dan garing.

Itulah yang gue rasa sejak lenyapnya Cinta Fitri season 6 dari SCTV beberapa hari terakhir. Ya, memang saat ini Cinta Fitri sedang break syuting untuk rapat mengenai jalan cerita selanjutnya sekaligus dalam suasana berduka semenjak kepergian Ida Kusumah, pemeran Oma dalam sinetron berdurasi 90 menit ini.

Bagi yang baru kenal gue, pasti kalian akan nyangka begini; Hah? Cowok suka sinetron? Helllloooow, jaman gitu?!

Bukan, bukan. Gue mau mengklarifikasi kalau semua itu salah. Gue nggak suka Cinta Fitri, gue cuma terjebak dalam ceritanya dan ingin tahu tamatnya kaya gimana *spik!, haha. FYI, gue udah didaulat oleh temen dan guru sebagai pe-Cinta Fitri nomor satu di sekolah gue. Gue nggak tahu harus bangga atau malu.

Ngomong-ngomong, berdasarkan pantauan dari twitternya Cinta Fitri, rencananya mereka bakal bikin lanjutan Cinta Fitri sampai 1000 episode, dan mereka juga ingin mendaftarkan ke MURI sebagai ‘sinetron dengan seribu episode dengan rating tinggi’. Walah-walah..

Then, belakangan ini gue sering banget berkhayal, terutama berkhayal menjadi orang yang tajiiiiiiiir mampus ngalahin Aburizal Bakrie, si bapak-bapak berdagu eksotis. Dan gue berkhayal gue kerja di MD entertainment, production house milik keluarga Punjabi, lalu seketika mereka bangkrut karena sinetronnya jelek, dan gue tiba-tiba berkhianat, lalu mendirikan production house baru bernama RD entertainment, lalu saham MD entertainment gue borong semua, dan gue bakal bikin CINTA FITRI jadi ratusan episode, masuk bioskop, dilirik Hollywood, masuk box office, dan waktu episode final 11,111 episode, gue bikin skenario waktu mereka lagi berantem dan rebutan harta keluarga Hutama, tiba-tiba langit memerah, gunung beterbangan, langit terbelah, kiamat kubro, TAMAT.

Mimpi gue ketinggian ya?



Photo

06/12/2010

di 10:40


Label:

Kunjungan Tidak Rutin
Diposkan oleh rizkidwika

HUAAAAAAAAAAAAAH
Blog gue penuh dengan sarang laba-laba, dijadiin markas sama kerajaan semut, dijadiin tempat bernaung dan berlindung bagi satwa-satwa yang numpang beranak lalu dimangsa, dan lalat sudah mengerubung dimana-mana.

Blog ini basiii banget, udah nggak pernah diisi.
SORRY. SORRY. SORRY.
Emang susah jadi anak kelas tiga, maba UI lagi ahahaha amin!
Tugas bertubi-tubi, galau melanda batin setiap hari, haiyaaah.
I just wanna say; HAPPY DECEMBER!

Desember ini gue bakal update lagi blognya, ihihiy.
See yaa, loyal readers :)

Photo

01/12/2010

di 18:37


Label:

Bhinneka Tinggal (Retor)ika
Diposkan oleh rizkidwika

Sebelumnya, mungkin wawasan saya belum seluas mereka-mereka –para pakar dan pengamat politik— yang saban hari tampil di stasiun televisi untuk sekadar ngeksis atau mengkritisi kebijakan pemerintah. Mungkin juga tulisan saya kali ini cenderung kebanyakan omong dan nggak penting, terlebih saya ini cuma seorang blogger anak kelas tiga SMA yang sedang galau-galaunya menghadapi ujian nasional dan SNMPTN. Tapi inilah pendapat dan pemikiran saya, yang katanya masih termasuk generasi muda harapan bangsa mengenai negara ini.


Alangkah lucunya negeri ini.
Di usia yang bisa dibilang sudah tua ini, jujur, Indonesia memang aneh. Apa coba yang tidak aneh di negara ini?

Ada orang tua yang ingin anaknya jadi pejabat, lantas mereka menyekolahkan anak mereka sampai tingkat S1. Ujung-ujungnya, mereka jadi PNS, itu juga mereka harus nyogok sejumlah uang terlebih dahulu. Selang dua tahun, si anak hidup mapan jadi pejabat. Pejabat yang korup lebih tepatnya.

Ada lagi orang tua yang ingin anaknya sukses dan terkenal. Lalu mereka menyekolahkan anak mereka sampai jenjang kuliah. Ujung-ujungnya, mereka bikin video (bisa porno, bisa tidak), lalu di-upload di youtube, mendadak terkenal, dan punya uang banyak dari honor iklan makan produk daging olahan di televisi.

Malahan ada juga orang tua yang ingin anaknya berakhlak mulia. Mereka mengirim anaknya jauh-jauh ke pesantren di Jawa. Bukan jadi kyai, si anak malah di ajak seniornya masuk ke organisasi untuk ber’jihad’. Ujung-ujungnya, anak itu jadi teroris, memakai kefiyeh, lalu bikin video sambil megang senapan AK-47.

Menurut saya, Indonesia adalah negara paling-paling di dunia saat ini. Negara kepulauan paling besar, negara paling banyak suku bangsanya, negara paling korup, negara paling besar pemborosan anggaran belanjanya, negara paling absurd cuacanya, negara paling terlalu bebas dalam mengemukakan pendapat, dan negara yang paling heboh pemberitaan juga isunya.

Ngomong-ngomong soal isu, belakangan ini seperti yang kita ketahui, kerusuhan dan anarkisme tiba-tiba menjadi trending topic di negara ini. Dengan mengangkat isu-isu SARA, mereka –sebut saja oknum— berbuat rusuh di suatu daerah, entah didalangi atau atas inisiatif sendiri. Tak mau ketinggalan, daerah lain pun ikutan rusuh. Sebut saja kerusuhan demonstrasi di Monas menentang Ahmadiyah, rusuh jemaat HKBP di Bekasi, dan yang baru-baru ini adalah kerusuhan di Jalan Ampera. Ibarat ABG zaman sekarang, stabilitas dan keamanan negara kini sedang labil. Masyarakat resah, galau, dan ujung-ujungnya menyalahkan pemerintah. Anggota dewan yang antipemerintah malah ikut-ikutan menjelek-jelekan presiden, padahal giliran mereka dikritik saja, langsung pada tutup kuping.

Benar kan? Sudah tidak ada yang benar di Indonesia ini.
Yang paling benar di negara ini adalah ketidakbenaran itu sendiri!


Negara lupa kodratnya
Sepertinya, bapak dari bapaknya dari bapaknya bapak bangsa kita sudah tahu sejak dulu dan meramalkan bahwa kelak negara dengan ratusan juta penduduk ini akan menjadi bangsa dengan keberagaman suku bangsa terbesar di dunia.

Di zaman Majapahit yang wilayahnya kira-kira seluas Indonesia saat ini, salah satu pengarang kitab, yaitu Mpu Tantular membuat kitab Sutasoma yang di dalamnya terdapat sebuah kalimat yaitu bhinneka tunggal ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tidak tahu apa karena beliau memang sakti atau karena zaman dahulu sudah ada layanan ramal weton via SMS, kalimat warisan ratusan tahun lalu itu kini menjadi semboyan negara kita, tercetak tegas di bawah lambang negara burung garuda.

Itu kan dulu, lha sekarang?
Sepertinya, esensi bhinneka tunggal ika telah kita lupakan. Kita hidup di zaman edan, dimana perkembangan teknologi berbanding terbalik dengan moral dan etika. Boro-boro mau hidup rukun, baru miskomunikasi yang menyangkut suku atau agama saja langsung tawuran di jalanan. Malah berdasarkan jajak pendapat yang diadakan Koran Tempo dua tahun lalu, kalau tidak salah dalam rangka seratus tahun kebangkitan nasional, separuh lebih masyarakat Indonesia lebih bangga menyebut diri mereka sebagai bagian dari suatu suku, bukan sebagai orang Indonesia. Sekarang, kalimat persatuan dan kesatuan nampaknya hanya terdengar di pidato kenegaraan presiden dan pada saat pelajaran kewarganegaraan saja. Kini bhinneka tinggal retorika.



Merayakan Keragaman
Seperti yang banyak orang bilang, rakyat Indonesia akan bersatu padu hanya jika ada dua kejadian. Pertama, kalau kedaulatan negara kita diinjak-injak Malaysia, dan kedua, kalau tim bulutangkis Indonesia masuk final Thomas dan Uber Cup saja. Cukup satir kan?

Sebetulnya masalahnya sepele. Kita semua itu gengsian! Kita gengsi kalau kita berbuat salah, lalu kita gengsi untuk meminta maaf, dan yang paling penting, kita gengsi menerima kenyataan kalau kita semua ditakdirkan hidup bersama dalam sebuah kata: Indonesia. Apa susahnya sih menghargai orang lain? Bukannya malah asyik hidup dalam keberagaman? Toh keberagaman kan diciptakan untuk saling melengkapi dan saling introspeksi, malah keberagaman bisa kita jadikan bahan dagangan pariwisata ke luar negeri, pendapatan negara makin banyak, dan akhirnya semua rakyat makmur terjamin!


Dengan diadakannya kontes menulis tentang keberagaman yang diadakan oleh Pesta Blogger 2010, merupakan sebuah momen yang tepat bagi kita semua untuk introspeksi diri dan berkaca. Kalau ada istilah toleransi, mengapa kita cuek dan mengacuhkan hak asasi milik orang lain?

Mulai sekarang,
Lakum diinukum waliyadiin.
Biarkanlah umat Islam mengamalkan hadits Nabi besarnya,
Biarkanlah umat Kristen dan Katolik pergi ke gereja,
Biarkanlah umat Hindu, Buddha, dan Konghucu merayakan hari-hari besarnya,
Biarkanlah kita semua hidup berdampingan, dan buktikanlah:
Kita bangga merayakan keberagaman!


--------------------------------
sumber foto: google.com dan berbagai blog

Photo

09/10/2010

di 12:16


Label:

2in1, AWARD!
Diposkan oleh rizkidwika

Hadeh hadeh.
Jarang ngeblog lagi!
Susahnya kalau di rumah nggak ada modem, akhirnya kudu beli pulsa M3 gprs dulu dah, baru di connect ke internet. Itu juga kadang-kadang pulsanya keburu abis, padahal belum sempet mosting. Hrr.

Tadinya gue nggak ngarti apa itu maksudnya award-award yang suka mejeng di blog temen-temen yang gue kunjungi pas blogwalking. Dan gue jadi envy sama mereka yang koleksi awardnya bejibun.
Nah, kebetulan BELA ngasih gue award pertama! Di tambah lagi ada MIRANTI yang ngasih award juga! YEEEEEEEEEHA!

Berhubung koneksi pertemanan gue masih dikit, maka barangsiapa yang namanya tercantum di bawah ini, maka anda mendapatkan DUA AWARD SEKALIGUS! GOKIL KAGA NTUH!
TO THE POINT AJA DAH!

***


Judulnya : JADILAH BLOGGER SEJATI, harusnya ada sepuluh orang yang dikasih, tapi biar singkat (baca:males copy paste) akhirnya cuma ada tujuh yang beruntung!
6. Hanan

Dan ini free bonus buat kalian, UHUY!

*thanks to BELA, maaf kaga diambil-ambil awardnya :))
FINALY, DONE! KELAR JUGA NGASIH AWARD!
MATA GUA KRIYEP KRIYEEEEEP!

Photo

25/09/2010

di 21:32


Label:

Catatan Liburan Lebaran
Diposkan oleh rizkidwika

Halo semuanyaa.
Akhirnya bisa update blog lagi, maklum soalnya kemarin-kemarin gue lagi pulang kampu, eh pulang kota ke Semarang, hehe. So, pada kesempatan kali ini, gue bakal menceritakan pengalaman plesir gue dan keluarga ke kota bandeng yang terletak lima ratus kilometer dari Jakarta ini. Here we go!


Lagi-lagi, untuk enam belas tahun berturut-turut gue menghabiskan waktu lebaran di Semarang.
H-2, gue sekeluarga stay di rumah nenek gue di kawasan Srondol, Banyumanik.
Disana, (seperti biasa) kami makan-makan opor ayam, sambel goreng ati, dan berbagai macam kue kering.
Disana, (seperti biasa juga), gue mendapatkan THR yang jumlahnya lumayan.
Disana, (seperti biasa lagi), gue menghabiskan THR dengan jalan-jalan ke mall.
Benar-benar lingkaran perputaran uang yang tiada habisnya.

Tapi, lebaran kali ini ada yang nggak biasa.
Lebaran kali ini, kami banyak banget mengunjungi tempat-tempat antah berantah yang tadinya belum pernah kami kunjungi sekalipun.

***

Beberapa hari setelah lebaran, gue dan keluarga pergi ke Kudus untuk nyekar eyang kakung yang dimakamkan disana. Jarak Kudus dari Semarang relatif dekat, hanya membutuhkan satu jam perjalanan dengan darat. Setelah sampai di kota Kudus, kami terlebih dahulu nyekar ke pesarean (permakaman).

Pulang dari nyekar, kami menyempatkan jalan-jalan mengelilingi kota Kudus dan sarapan soto kudus di warung soto kudus bu Jatmi. Sumpah makanan ini seger banget. Soto di warung bu Jatmi ada dua, satu soto ayam, dan satunya lagi soto kerbau. What? Kerbau? Pasti pada bingung kan?

Begini ceritanya, untuk menghargai ummat hindu di kota Kudus dulu, Sunan Kudus memberikan perintah agar qurban sapi di ganti dengan kerbau (seperti yang kita tahu bahwa sapi adalah hewan yang disucikan dalam agama hindu). Dan perintah itu masih di pegang teguh oleh warga Kudus sampai sekarang.

Di sana, gue nambah satu mangkok. Paduan antara kuah, daging ayam, nasi, bawang goreng, jeruk nipis, sambel kecap, otak goreng, sate usus, dan kerupuk rambaknya hmmm, unyu banget lah!
Abis kenyang, abis makan-makan, kami pulang menuju Semarang.

***

Tadinya gue kira kami langsung pulang, eh nggak tahunya pas memasuki Kabupaten Demak, kami berhenti di Masjid Agung Demak untuk shalat zuhur. Asiiiik! Akhirnya gue kesampean juga shalat di masjid ini, nggak sekadar bisa lihat di TV doang.

Ternyata, shalat zuhur di sana empat raka'at juga (yaiyalah, pe'a!)
Selepas shalat zuhur, kami berkeliling dan masuk ke museum Masjid Agung Demak.
Nah, gue menemukan sesuatu yang unik disana. Di dinding, terpampang silsilah dan sejarah darah biru dari zaman kerajaan Majapahit. Dan lihat, ada nama Brawijaya V!

Menurut silsilah keluarga dari Ibu, kami ada keturunan dari Brawijaya V, lalu turun ke Pangeran Arya Damar (Palembang), lalu turun lagi ke Reksanegara 1,2,3, dan akhirnya setelah beberapa generasi sampailah ke gue. Apakah gue ada keturunan darah biru? Setahu gue kalo mimisan masih merah warnanya.

Setelah capek-capek, kami balik ke Semarang.
Perjalanan ziarah kami berakhir, dan kami menghabiskan sisa liburan dengan pesta-pesta dan makan-makan dua hari dua malam.
Ya Allah, semoga nggak nambah lagi berat badannya.
Liburan selesai, dan kami sekarang sudah di Bekasi.


Rizki Dwika dan Keluarga mengucapkan;
Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Photo

17/09/2010

di 13:55


Label:

@rizkidwika

fatwa halal

fatwa halal

Universitas Indonesia


jama'ah